Splesi-tempat unik tersembunyi

Sudah hampir setahun nih nggak update blog sama sekali. Maklum, saya sedang kegiatan volunteer dan mencari kerja (eaaa udah jobseeker aja :v). Oke, untuk saat ini, saya akan sedikit aja deh share tentang sebuah tempat yang bisa dibilang lumayan sejuk dan enak untuk dikunjungi buat orang - orang yang senang cari petualangan. Ini dia tempatnya.

Oleh orang sekitar, tempat ini dinamakan Splesi. Jangan tanya kenapa dinamakan demikian, karena orang yang mengajak saya ke sini juga tidak tahu alasannya. Jujur aja sih, saya sendiri tidak tahu tempat ini bisa dibilang apa. Jika dibilang sungai, bukan juga, karena air yang mengalir dari sini merupakan air tumpahan dari bendungan Siman yang terletak di Kasembon, Kabupaten Kediri. Jadi, volume air yang mengalir dari tempat ini bergantung pada volume air yang ada di bendungan. 
Foto di sebelah kiri ini adalah dinding bendungan yang telah saya sebut sebelumnya tadi. Terlihat di sana ada beberapa pegawai yang sedang mengawasi bendungan. Aliran air yang turun dari bendungan juga terlihat juga di sana.
Bisa dikatakan, tempat ini masih jarang dijamah oleh orang - orang. Karena yang tahu tempat ini masih sebatas warga sekitar saja.
 Foto yang sebelah ini, merupakan foto seberang aliran air dari tempat saya berpijak. Masih bisa dilihat lebatnya daerah sana. Saat saya ke sana, tepatnya 31 Desember 2014 lalu, tempatnya sejuk sekali. Dan sepertinya hanya ada rombongan kami berempat saja yang ada di sana (plus para pegawai tadi).
Diperjalanan menuju tempat ini, kita bakal disuguhi pemandangan pepohonan yang rindang. Bahkan, bisa dikatakan dari foto yang saya ambil ini menggunakan hp, jalanan tidak begitu terlihat saking lebatnya pepohonan yang menghalangi cahaya matahari untuk ke sana.
 Bukan hanya itu, di perjalanan, nanti juga akan melewati jalur lahar dingin Gunung Kelud. Di sana, ada banyak pekerja yang sedang bekerja keras mengumpulkan pasir atau pun batu kali. Sedihnya adalah mereka di sana tidak dilengkapi oleh alat - alat safety, sehingga ini sangat berbahaya bagi mereka apabila lahar dingin dari Gunung Kelud turun. Sekitar 20 tahun yang lalu, pernah terjadi kejadian lahar dingin yang muncul tiba - tiba di jalur ini, sehingga menyebabkan banyak korban jiwa. Paling banyak korbannya adalah para pekerja ini. Oleh karena itu, saya pikir akan lebih baik jika dilengkapi dengan peralatan safety untuk mereka yang bekerja, misal, sebuah sensor yang mendeteksi bila lahar dingin turun, dengan catatan. Sehingga, bila terjadi lahar dingin turun ke jalur, para pekerja mendapat sebuah tanda peringatan dan dapat langsung meninggalkan lapangan.

Bukan hanya itu, untuk sampai tujuan, kita harus berjalan sejauh beberapa meter. Ini karena medan yang sangat susah dilalui dengan motor apalagi mobil. Tapi jalan pun bukan masalah, karena di sekeliling jalan dikelilingi pepohonan rindang dan udara yang sangat sejuk.


Di pinggiran aliran air, terdapat banyak sekali bebatuan kali. Baik yang super besar maupun yang kecil. Batu - batu ini kebanyakan merupakan material yang keluar dari perut bumi yang keluar ketika Gunung Kelud meletus tahun 2014 silam.
Oke, sampai ini dulu share-nya. Sebelumnya maaf bila tidak bisa memberitahu akses jalan untuk dapat ke sini, karena tempat ini masih terpencil (bisa di katakan di hutan) dan jauh dari perkampungan. Oleh karena itu, bila memang kalian ingin mengunjungi tempat ini akan lebih baik bila kalian bertanya kepada warga desa sekitar Kasembon, Kab. Malang, Jawa Timur, Indonesia.
Salam,
   w2d